Manjadi "Guru"
Siang itu, peluh muncul menyerupai butiran-butiran embun di kening para murid. Mereka gugup gemetar, seperti budak tak berkutik di depan majikannya. Sebuah tamparan keras baru saja mendarat di wajah seorang diantara mereka. Siddiq, Siswa kelas XI salah satu SMA di Makassar. Korban berikutnya yang tidak mengerjakan PR, terpaksa harus menjadi bulan-bulanan Guru Olahraganya. Bagi Siddiq, kelas seperti tempat luapan kekejaman guru. Setiap guru yang masuk, seperti “monster ganas” yang akan melumat habis tulang-tulang mereka. Kelasnya bagaikan “bengkel ketok magic”. Isinya seperti kendaraan-kendaraan habis kecelakaan. Hampir seluruh murid juga pernah mengalami tekanan mental. Murid sudah menjadi objek emosi guru di