Berburu Waktu Spesial

            Momen akbar sedang menyapa kita. Bulan pilihan nan spesial bernama Ramadhan ini  kembali Allah SWT berikan kepada hamba-Nya yang terpilih. Bulan terpilih karena Rasulullah SAW telah mengabarkan salah satu kedudukannya sebagai bulan “pembersihan dosa”. Sabda beliau:
"Antara shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa di antara itu semua, jika dosa besar dapat dihindari."  (HR. Muslim dan selainnya)
Dan masih banyak keterangan lain yang menyatakan keterpilihan dan keistimewaan Ramadhan. Lalu, pantaskah kita dinyatakan sebagai pribadi yang telah Allah pilih? Jawabannya: Ya. Bukankah beberapa orang di sekitar kita saat ini telah dipanggil-Nya? Padahal mereka masih bersama kita menikmati Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.
Tidak sedikit juga yang masih bergulat dengan maksiat di bulan suci ini. Mereka melupakan akhirat di saat orang di sekelilingnya sedang khidmat dalam taat. Dan saya yakin kita tak termasuk dalam kelompok yang terakhir ini. Maka, kita adalah hamba Allah yang terpilih.

            Sebagai hamba pilihan di momen spesial seperti ini, maka tingkah laku yang dijalani pun mestinya tak sembarangan. Tiap satuan waktu di bulan ini amat berharga adalah harga mati. Tak ada seorang waras pun yang mempertentangkan hal ini. Namun demikian, tahukah kita bahwa di antara satuan waktu tersebut ada yang tergolong “istimewa plus”. Itulah saat di mana Allah memberi “poin plus-plus” amat melimpah dibandingkan waktu lain. Berikut beberapa saat-saat istimewa di bulan Ramadhan yang amat sayang jika kita tinggalkan.
  • Sebelum dan Waktu Sahur
Mungkin sudah masyhur di kalangan kita bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu istimewa tiap harinya. Jika ia ada dalam bulan Ramadhan tentu akan menjadi saat yang lebih istimewa, bukan?    
Sebuah riwayat menyatakan:

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa yang yang memohon ampun kepadaKu, maka akan Aku ampuni”. (HR Bukhari dan Muslim)

Maka, menghabiskan waktu istimewa ini dengan hanya menonton program hiburan di TV atau malah tidur pulas adalah amat disayangkan.

  • Qabla Subuh
Jika berangkat dari dalil tentang keutamaan waktu sahur, sebenarnya kita juga bisa simpulkan bahwa waktu sebelum Subuh (Qabla Subuh). Inilah salah satu waktu pilihan yang bagus untuk mengisi pundi-pundi saham akhirat kita dengan melaksanakan sholat Qabliyah Subuh. Mengenai ini Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada kita:

“Dua rakaat sholat fajar (Qabliyah Subuh) adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Bukhari)

Sekali lagi, itu adalah kaidah dasar untuk hari ‘biasa’. Bagaimana dengan di bulan Ramadhan yang telah ditetapkan bahwa amalan sunnah akan dinilai setara dengan fardhu (wajib). Maha Pemurah Allah yang tak pernah berhenti memberi kelimpahan kasih sayang.

  • Ba’da Subuh
Sementara banyak manusia terbius dengan rutinitas je-je-es atau jalan-jalan Subuh atau kembali memeluk bantal guling, maka ada baiknya kita ingat bahwa inilah waktu istimewa lainnya yang digambarkan dalam hadits berikut:
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan:Sempurna..sempurna..sempurna…(HR At-Tirmidzi)

Kapan lagi bisa dapat ganjaran mantap seperti itu, mau? 

  • Menjelang dan Ketika Berbuka
Pada dasarnya, ketika seseorang berpuasa (apalagi di bulan Ramadhan), maka ia sedang berada dalam waktu istimewa. Do’anya memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan Allah SWT. Hal ini telah dinyatakan Rasulullah dalam sabdanya:

Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.” (HR  At-Tirmidzi dan Thabrani)

Namun demikian, waktu menjelang berbuka dan ketika berbuka puasa juga dikatakan oleh ulama sebagai waktu pilihan. Mereka memegang kabar dari Rasulullah SAW sebagai berikut:

Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak ketika berbuka.” (HR Ibnu Majah, Al-Hakim, Ibnu Sunni, dan At-Thayalisi)

  • Lailatul Qadr
Inilah momen pamungkas paling dinanti umat Islam sedunia. Lailatul Qadr (malam kemuliaan) ibarat primadona di antara malam-malam biasa. Ia tak diberikan kepada umat selain umat Nabi Muhammad SAW. Masihkah mau kita abaikan? Terkait Lailatul Qadr, Allah nyatakan sendiri dalam firman-Nya:

“Lailatul Qadr (malam kemuliaan) itu lebih baik daripada seribu bulan” (QS Al-Qadr: 3)

       Demikian beberapa waktu istimewa yang berkaitan erat dengan bulan Ramadhan. Terlepas dari saat-saat pilihan di atas, seperti telah sedikit disinggung sebelumnya, kita pun harus meyakini bahwa keseluruhan satuan waktu terkecil di bulan suci ini amat berharga di sisi-Nya. Oleh karenanya, mari bersama kita maksimalkan untuk mengisinya dengan taqarub dan berdo’a kepada-Nya. Semoga kita sukses memanfaatkan momen spesial ini sehingga meraih predikat sebagai hamba Allah yang ‘spesial’.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Doa Ibunda

Agar Suami Disayang Istri