Renungan dalam Istigfar
Setiap
kali kamu bangun tidur yang terucap hanya kalimat syukur Karna Allah masih
mengizinkanmu menatap fajar Merasai hembusan bayu pagi yg menyusup celah
jendela Tak ada yg berubah, Semuanya masih seperti sediakala Kemudian kamu
meneruskan perjalanan kehidupan dan berdoa dengan harapan agar selamat sampai
tujuan Dengan bimbingan-Nya kamu tidak pernah salah melangkah Tak melihat yg
dilarang, tak menjamah yang tidak halal Tak menjamah yg bukan hak, dan tak mendengar
yang batil Karena sadar atau tidak setiap waktu yg dilewati Pasti akan diminta
pertanggung jawabannya diakhirat nanti dan semua lika-liku perjalanan kehidupan
yg dilalui Begitu juga seluruh panca Indera yang telah dimiliki akan berbicara
apa adanya tanpa sedikit pun ditutup-tutupi Setiap hari menangis dan memohon
Ridha-Nya tetapi setiap hari juga melakuakn kesalahanyg sama Hari ini berbuat dosa,esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata, menyusun kalimah doa,menganyam permohonan semoga Allah menghapuskannya Sahabat, Jangan bertangguh lagi. Bisa saja sedetik kemudian Kita tak lagi sempat memohon Ampun atas dosa yg kita lakukan Lupakah kita bahwa waktu begitu cepat berlalu tanpa kita sadari Lupakah kita bahwa menyesal di akhirat sedikitpun tidak berarti Bagaimana Jika hari esok tak pernah datang? Padahal seharian berenang dilautan dosa Dan belum sempat meminta ampunan kepada-Nya Bagaimana Jika mata ini tak terbuka setelah sepanjang malam terlelap? Bagaimana jika keriangan bersama keluarga semalam adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok hari Roh itu menangis bersedih melihat jasad yg terbujur kaku berselimut putih Banyak manusia yang takut kepada Sang pencipta setelah melihat dosa2 yang dilakukan orang lain. Tetapi tidak melihat dosa2 yang dilakukan sendiri. Siapa di antara kita yang kuat menahan malu, andai tahu senarai kesalahan, kederhakaan, kemaksiatan dan pelanggaran yang telah dilakukan? Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina jika mengetahui catatan perilaku buruk yang sudah dilakukan? Hidup yang kita lalui ini terlalu singkat. Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang? Wahai sekalian hamba Maha Pencipta Mari tadahkan tangan, kita sama-sama berdoa Ya Allah, jadikan kedudukan batinku lebih baik dari pada kedudukan lahirku Aku berlindung dari menganggap diriku besar tapi engkau menganggapku begitu kecil ya Ghoffar.. YA Allah AKU BERLINDUNG DENGAN REDHA-MU DARI KEMURKAAN-MU AKU BERLINDUNG DENGAN MAAF-MU DARI AZAB-MU"
Komentar
Posting Komentar
komentar anda sebagai masukan yang membangun agar lebih giat Membaca, Mendengar, Menulis, dan Mengaplikasikan serta Mengajarkan